6J2ltANIvHg90BMqkYINyuFLQgimMLFexOSJZtDW

Viral Nenek-nenek di Panti Jompo Disiksa, Akhirnya Sosok Pelaku Penganiayaan Terungkap!

Seorang anak ketika masih kecil sudah dibesarkan oleh kedua orang tua dengan baik dan penuh kasih sayang. Dan ketika mereka menganjak usia lansia, diwajibkan bagi mereka untuk membalas budi, giliran merawat mereka dengan baik juga.

Akan tetapi tidak sedikit bagi mereka yang lebih memilih menitipkan orang tua kepada panti jompo. Yang sebenarnya tidak semua panti jompo memiliki fasilitas dan pelayanan yang baik terhadap semua pasiennya.

Orang yang sudah tua memang memiliki fisik lemah hingga akhirnya para anak muda harus bisa membantu mereka.

Namun masih sering kita jumpai kekerasan terhadap orang lanjut usia, seperti kisah berikut.

Sebuah video yang menunjukkan aksi kekerasan seorang pria terhadap wanita tua di panti jompo menuai kecaman warganet.

Dalam video yang beredar, pria berbaju biru tua itu tampak memarahi seorang nenek yang duduk di lantai.

Pria tersebut terlihat menarik erat kaos bagian belakang sang wanita tua sembari menunjuk-nunjuk wajahnya.

Wanita tua itupun terlihat ketakutan.

Ia pun sontak menutup wajahnya ketika tangan pria tersebut mengisyaratkan akan memukulnya.

Dengan tega, sang pria benar-benar mendarat pukulan di kepala wanita tua tersebut sebanyak tiga kali.

Video berdurasi 10 detik itu baru-baru ini diunggah oleh akun Twitter @ardi_riauNew, Minggu (2/8/2020).


"Sepertinya ini di Indonesia. Orang tua di panti Jompo disiksa..." tulisnya di Twitter.

Unggahannya tersebut lantas menuai banyak respons warganet.

Kecaman terhadap pria yang menyiksa wanita tua itu pun membanjiri kolom komentar.

Hingga Senin (3/8/2020) siang, unggahan tersebut telah dibagikan 33 kali dan disukai 28 orang.

Fakta di Balik Video Viral

Menurut penulusuran Tribunnews.com pada Senin siang, diketahui kejadian dalam video tersebut terjadi pada empat tahun silam.

Kejadiannya pun bukan di Indonesia, melainkan di Klebang Besar, Melaka, Malaysia.

Dikutip dari malaysiakini.com, video yang menayangkan seorang pria memukuli wanita tua di panti jompo itu sempat viral pada Oktober 2016 silam.

Dalam empat jam setelah video diunggah di Facebook, video itu telah ditayangkan 350.000 kali.

Video itu pun mengundang kemarahan para warganet pada saat itu.

Ketua Menteri Malaka Idris Haron lantas memberikan tanggapannya terkait video viral tersebut.

Idris mengklaim, dirinya mengenal sosok pria dalam video.

Ia pun mengutuk tindakan pria tersebut.

“Saya kenal penjaga pribadi dan saya tidak pernah membayangkan dia akan memperlakukan orang tua dengan cara yang keras.

"Saya ingin ada tindakan terhadap petugas karena melakukan ini pada warga negara senior yang tidak berdaya," katanya, seperti yang diberitakan malaysiakini.com pada 5 Oktober 2016 silam.

Idris juga menginstruksikan Departemen Kesejahteraan Negara untuk meninjau semua rumah pribadi untuk memastikan bahwa mereka mematuhi peraturan.

Pelaku Diproses Hukum

Setelah itu, petugas panti jompo yang menganiaya wanita tua tersebut, M Sehgar, akhirnya diproses hukum.

Dilansir dari artikel malaysiakini.com, yang dipublikasikan pada 10 Oktober 2020, petugas tersebut didenda total RM 4.000 (Rp 13 juta) oleh Pengadilan Magistrate di Malaka.

Hakim Analia Kamaruddin mendenda M Sehgar RM 2.000 dan penjara 12 bulan karena menyebabkan cedera.

Sementara itu, denda RM 2.000 lainnya dan penjara tiga bulan dikarena gagal mendaftarkan panti ke pusat.

Sehgar mengaku bersalah atas dua tuduhan terhadapnya.

Yang pertama, ia didakwa menyakiti Wong Yoke Chan di panti jompo yang berlokasi di Jalan Klebang Besar di Malaka pada pukul 15:00 pada 18 Agustus 2016.

Tuduhan tersebut, berdasarkan Bagian 323 KUHP, mengatur hukuman penjara hingga satu tahun, atau denda hingga RM 2.000, atau keduanya, jika terbukti bersalah.

Tuduhan kedua adalah karena gagal mendaftarkan rumah, sebuah pelanggaran berdasarkan Bagian 5 (2) dari Care Centers Act 1993, yang memberikan hukuman penjara hingga dua tahun, atau didenda hingga RM 10.000, atau keduanya, jika terbukti bersalah.

Penuntutan diwakili oleh petugas penuntut Nora Yaacob, sedangkan Sehgar tidak terwakili.

Diketahui, polisi menangkapnya setelah sebuah video yang menunjukkan seorang wanita tua yang diserang menjadi viral di media sosial.

Related Posts

Related Posts

Post a Comment