6J2ltANIvHg90BMqkYINyuFLQgimMLFexOSJZtDW

Sudah Setahun Tinggal di Bekas Kandang Ayam Hingga Kebal Diledek Teman, Siswi SMK Ini Tetap Semangat Bersekolah: Pengin Cepat Kerja dan Belikan Ibu Rumah

Mungkin akan terlihat sama ketika sudah berada di dalam sebuah Sekolah, dan mereka akan diukur berdasarkan prestasi atau kemampuan dari setiap siswa tersebut.

Akan tetapi dibalik itu, mereka memiliki latar belakang masing-masing, ada yang memang bisa menjalaninya dengan lancar, namun ada yang harus bersusah payah seperti kisah anak berikut.

Keterbatasan yang dimiliki tak menyurutkan niat seseorang meraih cita-cita.

Seperti yang ditunjukkan siswi SMK yang tetap gigih, meski setahun belakangan ini tinggal di bekas kandang ayam bersama ibu dan adiknya.

Dia juga tak menyerah walaupun diledek temannya karena tinggal di bekas kandang ayam.

Seperti dilansir dari Kompas.com, kondisi yang membuatnya tinggal di bekas kandang ayam tak pernah bikin Indriana Setya Rahayu (16) larut dalam kesedihan.

Siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) 1 asal Desa Suber Sawit, Magetan, Jawa Timur, justru bertekad belajar keras dan segera mungkin lulus dan bekerja.

Salah satu yang selalu dia cita-citakan adalah segera dapat bekerja dan membelikan rumah yang layak bagi ibu dan keluarganya.

“Saya pengin cepat kerja dan membelikan ibu rumah,” kata Indriana, Kamis (6/8).

Semangat itu pun tak luntur meski dirinya harus belajar di tengah keterbatasan ekonomi. Bau kotoran ayam yang menyengat pun tak lagi dihiraukannya, demi untuk meraih cita-citanya tersebut.

“Kalau hanya lulus SMP enggak bisa kerja, makanya saya tetap harus sekolah,” ujarnya.

Dirinya juga mengaku sempat menjadi bahan ejekan teman-teman di sekolahnya. Lagi-lagi, hal itu tak menyurutkan semangat untuk belajar.

“Sering diejek tidak punya rumah, tinggalnya di bekas kandang ayam. Sekarang sudah kebal,” katanya, Kamis (6/8) malam

Air mata Indriana menetes saat Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan Sujatno berkunjung ke rumahnya.

Di depan Sujatno, Indriana pun menuturkan keluh kesahnya, termasuk niatnya membelikan rumah untuk ibu dan adiknya.

Seperti diketahui, ayah dan ibunya telah bercerai. Sang ayah pergi, dan ibunya Surati (48), bekerja mencari bekas panen untuk membiayai hidup keluarga.

Sementara itu, Sujatno mengaku tersentuh dengan perjuangan Indriana, dirinya memutuskan mengangkat Indriani sebagai anak asuhnya.

“Saya melihat kegigihannya untuk tetap bersekolah itu luar biasa,” kata dia

Sujatno juga akan berusaha mencarikan tempat tinggal yang lebih layak bagi keluarga Indriana.

Seperti diketahui, Indriana bersama ibunya dan adiknya terpaksa tinggal di bekas kandang ayam milik warga.

Lebih kurang satu tahun Surati dan keluarganya tinggal di rumah tersebut.

“Kami masih upayakan solusinya seperti apa karena tempat tinggalnya tidak layak,” ujar Sujatno.

Related Posts

Related Posts

Post a Comment