6J2ltANIvHg90BMqkYINyuFLQgimMLFexOSJZtDW

Suami Terlalu Baik dan Pemaaf, Istri Malah Ajukan Gugatan Cerai: Saya Ingin Suami yang Mau Berdebat

Ketika sudah membangun keluarga, memang harus ada salah satu pihak yang bisa berbuat baik, berpikir dingin dalam menghadapi setiap masalah.

Akan tetapi sayang, terkadang ada beberapa orang yang malah menginginkan suasana berbeda dan tidak berjalan mulus gitu-gitu aja.

Bosan Suami Terlalu Baik dan Pemaaf, Istri Ajukan Gugatan Cerai: Saya Ingin Suami yang Mau Berdebat

Seorang wanita di Distrik Sambhal, Uttar Pradesh, India, menggugat cerai suami yang sudah 18 bulan menikahinya.

Namun gugatan cerai yang diajukan wanita ini ke Pengadilan Syariah Sambhal membuat ulama yang menangani kasusnya kebingungan.

Kenapa?

Alasan wanita ini menggugat cerai adalah karena sangat mencintai suaminya dan tidak bertengkar dengannya.

Melansir harian Hindu, Dainik Jagaran, dalam permohonannya ke pengadilan Syariah, wanita dari distrik Sambhal itu mengaku tidak bisa mencerna cinta suaminya.

"Dia juga tidak pernah meneriaki saya, dia juga tidak pernah mengecewakan saya atas masalah apa pun.

Saya merasa tercekik dalam lingkungan seperti itu.

Terkadang dia memasak untuk saya, dan juga membantu saya dalam melakukan pekerjaan rumah tangga."

“Setiap kali saya melakukan kesalahan, dia selalu memaafkan saya untuk itu.

Saya ingin berdebat dengannya.

Saya tidak membutuhkan kehidupan di mana suami menyetujui apapun,” tambahnya.

Tentu saja permohonan cerai wanita ini ditolak pengadilan Syariah.

Bahkan ulama yang menangani permohonannya menyebut alasan si pemohon sangat remeh.

Namun wanita ini tidak puas atas putusan pengadilan Syariah yang menolak permohonan cerainya.

Dia membawa permohonan cerainya ke panchayat (semacam badan perwakilan desa) setempat.

Lagi-lagi permohonan cerainya ditolak.

Ketika wanita itu ditanya apakah dia punya alasan lain untuk bercerai, dia menjawab tidak ada.

Sedangkan suami wanita tersebut mengatakan bahwa dia selalu ingin membahagiakan istrinya.

Ia juga telah meminta pengadilan Syariah untuk menolak permohonan cerai yang diajukan istrinya.

Pengadilan kini telah meminta pasangan tersebut untuk menyelesaikan masalah tersebut bersama.

Ternyata kisah istri menggugat cerai suami yang terlalu baik ini bukan lah kasus pertama.

Sebelumnya, seperti dilansir Daily Metro pada Jumat (23/8/19), wanita ini mengatakan mengalami 'kehidupan neraka' dalam pernikahannya, karena sangat bebas dari 'kekejaman suami'.

Sebagai gantinya sang suami sering kali melakukan kebaikan seperti membantunya melakukan pekerjaan rumah tangga dan kerap kali memberikan kejutan.

Karena 'terlalu baik', sang istri tidak tahan dia mengajukan gugatan cerai di Pengadilan Syariah di Fujairah UEA, dia mengeluh tercekik dalam cinta dan kasih sayang yang ekstrem.

Suatu ketika, dia mengatakan bahwa suaminya kelebihan berat badan, kemudian sang suami rela melakukan diet ketat dan olah raga sampai mengalami patah kaki.

Dia juga dikatakan tidak pernah marah, dan selalu membuatnya senang.

Saat bersaksi di pengadilan sang istri mengatakan, "saya sangat merindukan satu hari perselisihan, tetapi dia terlalu romantis, dan selalu memafkan saya serta menghujani hadiah setiap hari."

Wanita tersebut juga mengeluh ke pengadilan, karena pasangan ini tidak pernah berdebat, dan suaminya sekalipun tidak pernah berteriak kepadanya.

Namun, karena perlakukan bebas kejam dan kebaikan yang terlalu ekstrem ini, membuatnya tidak tahan.

"Aku butuh banyak diskusi nyata dan argumen bukan kehidupan tanpa kerumitan, dan penuh dengan kebaikan," katanya.

"Aku tercekik oleh cinta dan kasih sayangnya yang ekstrem, dia bahkan membantu saya membersihkan rumah tanpa memintanya," tambahnya.

Bahkan, gugatan cerai yang dilayangkan istrinya pada sang suami, tidak mebendung kasih sayang sang suami dan terus menyayanginya.

Dia juga memohon pada pengadilan untuk menolaknya.

Suami itu mengatakan di pengadilan, "Tidak adil untuk menilai pernikahan sejak tahun pertama, dan semua orang belajar dari kesalahan mereka, saya selalu ingin menjadi suami yang sempurna dan baik."

Pengadilan memerintahkan kasus tersebut ditunda, dan memberikan pasangan itu kesempatan untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri.

Related Posts

Related Posts

Post a Comment