6J2ltANIvHg90BMqkYINyuFLQgimMLFexOSJZtDW

Siswa SMA Rela Jadi Buruh Bangunan Demi Beli Kuota Internet untuk Belajar Online, Ibunya: Beli Beras Saja Susah

Dikarenakan keadaan, memaksa para siswa harus belajar dari rumah lebih lama lagi, dimana proses belajar mengajar masih berlangsung secara online agar para siswa tidak ketinggalan materi.

Akan tetapi kalau bagi kalangan orang punya sih tidak masalah, namun kalau dari kalangan bawah tentu kejadian seperti ini tidak terelakkan lagi.

Melkianus Inosensius Darung, pelajar sekolah menengah atas (SMA) di Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, tak seperti siswa lain yang sibuk belajar dari rumah selama pandemi Covid-19.

Melkianus harus bekerja sebagai buruh proyek bangunan untuk mendapatkan uang agar bisa membeli pulsa dan kuota internet.

"Selagi saya bisa cari (bekerja), tidak apa-apa. Saya harus sekolah dan selesai. Saya ingin mengubah nasib keluarga. Cukup mama yang hidup seperti ini," kata Melkianus kepada Kompas.com di Kelurahan Satar Peot, Borong, Minggu (23/8/2020).

Melkianus menceritakan, dirinya bekerja sebagai buruh bangunan saat jadwal sekolah sedang kosong.

"Kami kan sekolah pakai jadwal, di hari-hari yang tidak ke sekolah, saya isi kerja proyek di orang," kata dia.

Melkianus mengaku beruntung selalu ada warga yang mengajaknya bekerja sebagai buruh bangunan.

"Selalu saja ada yang ajak saya untuk ikut kerja. Saya juga selalu siap kerja," kata Melkianus.

Tak punya ponsel Namun, perjuangan Melkianus tak sampai di sana.

Pelajar SMA itu juga tak memiliki ponsel pintar untuk belajar online.

Sehingga, Melkianus harus menumpang belajar dengan temannya yang memiliki ponsel pintar.

Upah yang didapat sebagai buruh bangunan dipakai untuk membeli pulsa dan kuota internet di ponsel temannya itu.

Sehingga, Melkianus bisa mengakses materi dan tugas yang diberikan sekolah selama pandemi Covid-19.

"Kalau saya dapat uang dari kerja, saya pergi ke teman yang ada handphone pintar. Saya isi pulsa di handphone mereka untuk bisa kerja tugas," kata Melkianus.

Selama menumpang belajar, teman-teman Melkianus menerimanya dengan baik. Sehingga, ia tetap semangat belajar.

Melkianus juga menyisihkan sejumlah uang hasil kerjanya sebagai buruh untuk membeli ponsel pintar agar bisa belajar online dari rumah.

Ibunda tak punya uang

Sementara itu, ibunda Melkianus, Anastasi Mbela mengaku, dirinya tak bisa membelikan anaknya ponsel karena tak punya uang.

Sehari-hari, Anastasi mencari dan menjual kayu api untuk menghidupi anak-anaknya.

"Saya ini hanya kerja kayu api. Hasilnya tidak cukup untuk biayai hidup kami sekeluarga apalagi mau beli handphone. Beli beras untuk makan saja kami susah," ungkap Anastasi.

Related Posts

Related Posts

Post a Comment