6J2ltANIvHg90BMqkYINyuFLQgimMLFexOSJZtDW

Pakai Baju Dua Lapis & Jaket, Ojol Ini Terpaksa Bawa Balita 2,5 Tahun Karena Ditinggal Ibunya


Setelah menjalani pernikahan, kehidupan sebenarnya dari kedua pasangan baru dimulai, dimana keduanya ketika sudah bersama, pasti ada saja beberapa permasalahan yang mungkin akan terjadi diantara mereka.

Akan tetapi bagaimana pasangan ini menanggapi, menjadi point terpenting dalam mempertahankan hubungan. Jangan sampai malah ke tingkat lanjut, dan anak jadi korbannya, apalagi seorang ibu sudah lepas begitu saja tanpa perhatian sama sekali terhadap anak.

Tegar! Seorang pengemudi ojel online atau Ojol di Samarinda terpaksa selalu membawa anak balitanya setiap kali bekerja. Tidak ada lagi yang mengurus di rumah.

Hasran berusaha tegar menghadapi kenyataan hidupnya. Istrinya pergi lalu neneknya menyusul meninggalkan rumah. Tinggal Hasran dan anaknya.

Seorang pengemudi ojek online ( ojol) di Samarinda, Kalimantan Timur bernama Hasran ( 33) terpaksa membawa anaknya yang masih berusia 2,5 tahun setiap bekerja mengantar penumpang.

Si kecil selalu ia dudukkan pada kursi rotan di bagian depan motornya. Hasran tak lupa memakainkan baju dua lapis, jaket dan masker agar anak balita tersebut tak sakit.

Tak jarang, keikutsertaan sang buah hati mengundang pertanyaan para penumpangnya. Hasran pun selalu menjawabnya dengan jujur. "Ya saya jawab, dia ditinggal ibunya," kata dia.

Istri Menikah dengan Pria Lain

Hasran bercerita, sejak anak mereka berusia enam bulan, istrinya pergi dan menikah dengan pria lain. Saat itu, istri yang dinikahinya sejak akhir 2016 tersebut berpamitan untuk membeli obat.

"Sejak itu dia pergi enggak kembali sampai sekarang," kata Hasran mengenang kepergian istrinya. Betapa terkejutnya Hasran ketika akhirnya mengetahui, sang istri menikah dengan pria lain.

"Mereka kenalan lewat Facebook," ujar dia. Semenjak saat itulah, sang istri memutuskan komunikasi dengannya. Nomor ponsel miliknya telah diblokir istri. "Saya juga pernah chat dia lewat Facebook. Dia balas. Setelah itu dia blokir lagi," tutur Hasran.

Padahal ketika itu, dirinya hendak mengabarkan jika anaknya sedang sakit. "Tapi dia (istri) bilang, saya bohong," ujarnya.

Ia terakhir bertemu dengan istrinya sekitar Juli 2020. Hasran dan anak balitanya bertemu mantan istri dan suaminya ketika melintas di jalan. "Itu terakhir ketemu sampai sekarang," paparnya.

Nenek Balita juga Pergi

Semejak kepergian istrinya, anak balita Hasran dirawat oleh neneknya. Saat itu Hasran masih bekerja di tempat penjualan bakso di Samarinda Sebrang. Tetapi, sebulan terakhir ini, ibu Hasran juga pergi setelah menggadaikan sertifikat rumah peninggalan almarhum ayahnya ke bank untuk modal usaha.

“Ibu sudah pergi tinggal bersama saudara. Sekarang sisa kami berdua ( Hasran dan anaknya ) tinggal di rumah itu. Kalau enggak bisa bayar bisa ditarik bank,” tutur dia. Lantaran tak ada yang merawat, Hasran terpaksa membawa anaknya bekerja.

Diajak Bekerja

Hasran pun terpaksa membawa si kecil setiap kali mengantar penumpang. Biasanya ia baru menerima orderan pada sore hari hingga tengah malam.

"Sore baru keluar narik sampai jam 12 malam baru balik ke rumah. Kasihan juga sih, kadang dia (anaknya) kedinginan," kata Hasran.

Ia juga mengaku menyesuaikan kondisi hati anaknya. Jika suasana hati anaknya sedang baik, Hasran baru bisa bekerja. "Tergantung mood si kecil (anaknya). Kalau lagi rewel enggak bisa narik, tunggu mood-nya enak baru keluar,” tutur dia.

“Mau tidak mau saya bawa. Tidak ada yang jaga di rumah. Saya juga tidak berani titip sama orang,” ungkap Hasran.

Related Posts

Related Posts

Post a Comment