6J2ltANIvHg90BMqkYINyuFLQgimMLFexOSJZtDW

Pasutri Bunuh Bocah Demi Kopi Susu & Sosis, Ayah Korban Menangis: Apa yang Mereka Lakukan Jahat


Walaupun sudah ada undang-undang yang berlaku, akan tetapi masih ada saja tindak kriminal yang terjadi di negeri ini. Dimana salah satu kasus berat yang cukup sering terjadi yakni masalah pembunuhan. Dimana latar belakang pelaku mengakhiri nyawa korban ini juga ada berbagai macam hal, termasuk pasutri ini misalnya.

Sucipto hanya menginginkan pasangan suami istri yang membunuh putrinya dengan sadis dihukum mati.

Hal itu ia ungkapkan sambil menangis seraya mengingat putrinya yang masih berusia 5 tahun itu tewas.

"Saya tidak minta apa-apa, saya hanya ingin minta pelakunya, dihukum mati saja," kata Sucipto di kediamannya di Desa Tanggulangin, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (9/7/2020).

Bersama sang istri bernama Satuha, Sucipto tak percaya putri kecilnya, RR tewas dibunuh oleh pasangan yang baru saja menikah, Moch Tohir (27) dan Ifa Maulaya (19).

Perbuatan sadis yang dilakukan pasutri tersebut menurutnya sangatlah jahat.

"Apa yang mereka lakukan ini jahat. Sungguh jahat sekali," ujar Sucipto.

Sambil meneteskan air mata, Sucipto menuturkan, RR adalah anak perempuan satu-satunya.

Suaranya terbata kala mengungkapkan rasa sayangnya kepada putri tercintanya.

Sucipto tak menyangka, Moch Tohir yang merupakan tetangganya tega memperkosa dan membunuh RR demi beli kopi susu dan sosis.

Padahal Sucipto tahu, Moch Tohir merupakan sosok pemuda yang pendiam dan baru 2 minggu lagi melangsungkan pernikahan.

"Anaknya pendiam sekali, rumahnya hanya beda beberapa rumah dari rumah saya," ungkap Sucipto seraya mengusap air matanya.

Sucipto menyebut, istri Moch Tohir yang juga ikut membunuh RR bukan berasal dari desanya.

"Dia memang baru menikah, istrinya itu bukan asli sini," sambungnya.


Polisi sampai geleng-geleng kepala

Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Himawan sampai geleng-geleng kepada dengar pengakuan Moch Tohir.

"Kalau orang waras, saya kira tak akan tega melakukan perbuatan sebejat dan senekat ini," ucapnya dikutip TribunJakarta.com dari Surya, Kamis (9/7/2020).

Rofiq tak sangka mendengar alasan konyol Moch Tohir nekat membunuh bocah tak berdosa berusia 5 tahun pada, Rabu (8/7/2020).

"Saya butuh uang pak, untuk beli sosis dan kopi susu," kata Moch Tohir saat ditanya Kapolres di hadapan wartawan.

Dengan alasan tersebut, Moch Tohir dibantu istrinya, Ifa Maulaya nekat membunuh anak kecil berisial RR.

Lebih mirisnya lagi, Moch Tohir tak hanya membunuh gadis malang tersebut, ia juga sempat memperkosa dua kali.

Jasad RR ditemukan di dekat sawah, satu kilometer dari kediaman korban di Desa Tanggulangin, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.

Padahal saat itu, orangtua RR, Sucipto dan Satuha sedang mencari keberadaan RR yang tak kunjung pulang ke rumah.

Mereka belum mengetahui, kejadiaan nahas tengah menimpa putri tercintanya.

Peran pembunuhan

Moch Tohir dan Ifa yang baru menikah 2 minggu ini juga merampas perhiasan yang dipakai RR.

Rofiq mengatakan, mereka memiliki peran masing-masing dalam kasus persetubuhan, perampasan perhiasan, dan pembunuhan RR.

Mualnya, Moch Tohir membujuk RR untuk main ke rumahnya.

Saat itu, RR memang sedang bermain bersama teman-temannya di dekat rumah Moch Tohir dan Ifa.

"Tiba-tiba tersangka datang bawa es krim. Kemungkinan es krim ini sebagai bujuk rayunya agar korban mau ikut ke rumah tersangka," kata Rofiq.

RR yang masih polos ini tertarik dengan rayuan Moch Tohir dan langsung ikut ke rumahnya.


Di dalam rumah, Moch Tohir tega memperkosa RR sebanyak dua kali.

"Itu diperkuat dengan hasil visum luka robekan di sekitar vagina korban," sambungnya.

Setelah itu dilakukan, Moch Tohir keluar mencari Ifa, istrinya.

Ia memanggil Ifa ke rumah dan menyuruh untuk melucuti perhiasan RR.

"Peran tersangka Ifa Maulaya adalah mengambil perhiasan korban yakni lima gelang emas dan satu kalung emas lengkap dengan liontin," ujar Rofiq.

Perhiasan itu berhasil dilucuti Ifa dan langsung disimpan di dalam lemari.

Keduanya membawa RR keluar rumah ke arah sungai, Moch Tohir juga sempat meminta istrinya mencarikan kayu.

Sampai di pinggir sungai, RR dipukul menggunakan kayu hingga korban terjatuh.

RR lalu ditenggelamkan kepalanya ke air sungai sebanyak dua kali.

"Setelah dikira meninggal, tersangka langsung bergegas meninggalkan sungai," tutur Kapolres.

Menurutnya, pasutri ini sempat khawatir RR belum masih hidup.

Mereka bahkan sempat balik ke lokasi sungai tempat pembuangan korban untuk memastikan RR telah wafat.

Tak hanya itu, Moch Tohir dan Ifa sempat membenamkan kembali kepala korban ke dalam air.


"Setelah dipastikan meninggal dunia, tersangka baru pergi. Dari analisa medis, korban ini meninggal karena gagal atau kesulitan bernafas, itu karena kepalanya dibenamkan air. Ada juga luka lebam di kepala bagian belakang karena dipukul kayu," sambungnya.

Sempat takut dengan orangtua RR

Moch Tohir mengaku sempat takut dengan orangtua RR hingga akhirnya memutuskan untuk melalukan pembunuhan

"Makanya saya bunuh setelah saya rampas perhiasannya, kalau tidak, saya takut sama orang tua dia (korban)," ujar Moch Tohir.

Moch Tohir yang baru menikah 2 minggu ini mengaku, tak puas dan ingin merasakan sensasi berhubungan seks dengan orang lain.

Untuk memeriksa kejiwaaan kedua tersangka, polisi akan melibatkan ahli psikologi.

"Nanti akan kami libatkan ahli psikologi," kata Rofiq.

Dalam kasus ini, Rofiq menegaskan, pihaknya menerapkan tiga pasal sekaligus.

Pasal itu berkaitan dengan kejahatan pembunuhan berencana, persetubuhan dan perampasan perhiasan.
Related Posts

Related Posts

Post a Comment