6J2ltANIvHg90BMqkYINyuFLQgimMLFexOSJZtDW

Nestapa Mbah Salinem & Putrinya Alami Kebutaan, Harus Daki Tebing buat Bertahan Hidup


Tidak semua medan atau daratan di Indonesia ini sudah enak untuk dilalui, karena beberapa daerah masih memiliki rintangan atau jalan yang cukup sulit guna beraktifitas. Seperti Mbah Salinem ini misalnya, dimana meskipun buta harus menempuh medan yang tak biasa.

Kisah haru ini datang dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Di masa kini, masih ada banyak kelompok lanjut usia yang berjuang untuk bertahan hidup. Salah satunya adalah Mbah Salinem.

Terlebih, wanita lanjut usia ini terpaksa harus berjuang sekuat tenaga demi bertahan hidup dengan putrinya yang terlahir buta. Berikut ulasan selengkapnya seperti yang dikutip dari akun Instagram divisihumaspolri.

Mbah Salinem Mendaki Tebing


Wanita lanjut usia ini tampak lelah mendaki bukit dan tebing tinggi hanya untuk mencari sayur-mayur. Kegiatan sehari-hari Mbah Salinem yang bertempat tinggal di Desa Tileng Kecamatan Girisubo Kabupaten Gunungkidul ini diketahui oleh pihak kepolisian setempat.

Merasa iba dengan kondisi Mbah Satinem yang merangkak di tebing tinggi, Aiptu Agus Sugiyarto pun menggendongnya untuk turun ke bawah.

Kondisi Mbah Salinem


Meski masih dapat melakukan aktivitas sehari-hari, namun kemampuan pendengaran Mbah Salinem nampak sudah berkurang lantaran usianya yang sudah senja. Hal itu terlihat dari percakapannya dengan Aiptu Agus yang bertanya mengenai anak dari Mbah Salinem.

“Kula niki naming piyambakan (saya ini cuma sendirian),” ucapnya.

Menderita Kelumpuhan


Selain berkurangnya kemampuan pendengaran, Mbah Salinem yang berusia senja ini juga nampak menderita kelumpuhan. Sebagai akibatnya, wanita yang bertubuh kurus ini harus rela merangkak untuk dapat melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.

Mengenang kisah pilu yang mengakibatkan dirinya lumpuh, Mbah Salinem menceritakan penyebabnya pada Aiptu Agus.

“Niki kengeng motor (ini kena motor),” terangnya.

Ikut Mendaki Tebing


Meski menderita kelumpuhan, semangat pantang menyerah tetap ada di dalam benak Mbah Salinem. Layaknya masih berusia muda, melihat orang mendaki tebing rupanya menyulut api semangat dari Mbah Salinem untuk ikut mendaki meski harus merangkak.

“Wau niku tumut kula je (tadi itu ikut saya),” jelas seorang perempuan muda yang diikuti Mbah Salinem.

Mendapat Bantuan


Rasa bahagia dan senyuman nampak terlihat di wajah Mbah Salinem usai mendapatkan sembako. Bahkan, Mbah Salinem tidak hentinya selalu mengucap kata syukur melihat beberapa bahan pokok kini ada di tangan.

Wanita Tangguh


Meski tinggal dengan putrinya yang mengalami kebutaan sejak lahir dan harus rela merangkak di tebing tinggi, semangat Mbah Salinem tidak pernah padam. Kebesaran dan keteguhan hati Mbah Salinem ini patut dijadikan teladan.

Berbagai keterbatasan hidup memang selalu ada, namun hal terpenting adalah bagaimana cara manusia berjuang dan memaknai hidup yang telah diberikan oleh Tuhan.
Related Posts

Related Posts

Post a Comment