6J2ltANIvHg90BMqkYINyuFLQgimMLFexOSJZtDW

Lebih Dekat dengan Daniel Alexander, Sosok Viral yang Dipeluk Puluhan Anak Didiknya di Papua


Namanya anak-anak, dimana mereka bisa dikatakan menjadi orang yang masih polos dalam berbagai macam hal, sehingga jarang mereka mengalami kesalahan dalam memilih orang.

Kalau diperlakukan dengan baik, maka akan menyukai orang yang berbuat demikian kepadanya. Begitu juga dengan sebaliknya.

Nah, baru-baru ini telah beredar sebuah video berdurasi kurang dari satu menit tiba-tiba menjadi viral di media sosial.

Di dalam rekaman itu, terlihat seorang pria Tionghoa dikerubungi anak-anak sesaat turun dari mobilnya.

Semua bocah yang diketahui berasal dari Papua berebutan untuk bisa memeluknya hingga benar-benar kewalahan.

Video ini diunggah ulang dan menjadi viral salah satunya pada akun Instagram @indonesiavoice_ pada Kamis 16 Juli 2020.

loading...

Postingan tersebut sudah ditayangkan hingga 72.176 kali di akun tersebut pada Sabtu 18 Juli 2020.

Ternyata, sosok yang dipeluk itu adalah Pendeta Daniel Alexander yang membangun Sekolah Pesat Nabire.

Anak-anak yang mengerubunginya adalah murid sekolah berasrama tersebut.

Dalam situs miliknya, Daniel merupakan sosok kelahiran Surabaya 22 Maret 1956 dan telah menjadi pendeta sejak 1972.

Ia baru pindah ke Kota Nabire, Papua awal dekade 1990an dengan niat membangun sekolah.

Daniel mendirikan sekolah asrama dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sekolah itu diklaim terbuka bagi anak-anak Papua tanpa memungut uang sepeser pun.

Berdasarkan situs sekolah pesat-nabire.org, pendeta bergelar evangelist ini memulai niatnya bersama Yayasan Pesat Salatiga.

loading...

Mereka awalnya mendirikan SMA di Wamena, namun kesulitan karena banyak yang kurang terdidik sejak dini.

Akhirnya ia pindah ke Nabire karena dirasa lebih cocok dan mudah diakses dibanding Wamena.

Mulai 1995, Ev. Daniel bersama Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Nabire membangun TK Anugerah Terpadu.

Namun, TK tersebut kemudian diserahkan secara penuh kepada PWKI Nabire.

Daniel sendiri mendirikan TK asrama di Kelurahan Kalibobo, Nabire bernama TK Agape Terpadu.

Sekolah ini diklaim mendidik anak-anak secara holistik atau menyeluruh mulai dari intelektual, moral hingga perkembangan fisik, termasuk gizi mereka.

Pendirian sekolah berlanjut ke SD, SMP hingga SMA, bahkan rencananya akan terdapat pendidikan tingkat lanjut.

loading...

Sayangnya, banyak keterbatasan yang dinilai menghambat pendirian perguruan tinggi di sana.
Related Posts

Related Posts

Post a Comment