6J2ltANIvHg90BMqkYINyuFLQgimMLFexOSJZtDW

Laku Keras Sampai Antre Panjang Sejak Subuh, Pedagang Es Teh Legendaris Ini Bocorkan Resep Rahasianya, Ternyata Gampang Banget


Memang sih dagang makanan ini untung-untungan banget, dikarenakan laris manis atau tidaknya dagangan tergantung dari bagaimana memasarkannya juga rasa dari produk yang ditawarkan.

Tidak terkecuali minuman es teh ini, dimana sebenarnya sederhana banget tapi laris manis luar biasa.

Tahun lalu internet dihebohkan dengan es teh viral yang terkenal sampai penjuru negeri. 

Ialah Warsinem, nama penjual es teh yang berjualan di depan Puskesmas Purwodiningrat Solo.

Warungnya kecil, hanya berukuran sekitar 2 x 1 meter dan buka sejak pukul 07.00 hingga 18.00 WIB.

Ia menjual satu gelas es teh seharga harga Rp 2.500 yang rasanya manis, sepet dan kental.

Putri tunggal Warsinem, Sri Atin (46) mengatakan, awalnya ibunya membantu bapaknya, Daryanto (68) berjualan di warung itu.

Mereka sebenarnya tidak hanya menjual es teh, tetapi juga gorengan, nasi oseng, dan nasi bandeng.

"Awal jualan itu tahun 1994, dulu kan ada bapaknya (jadinya) bukanya 24 jam, terus bapak meninggal setahun lalu karena sakit, maka diterusin sama ibu sendiri," kata Sri kepada TribunSolo.com.

Es Tehnya Sampai Dijual Online

"Dulu, ya, yang jualan bapak sama ibu saja," imbuhnya menekankan.

Sri mengungkapkan, Warsinem bisa menghabiskan kurang lebih 17 pack plastik per harinya.

"Dulu pernah ada pembeli asal Solo Baru pesen 20-25 plastik es teh, itu terus dijual online seharga Rp 3.000," ungkap Sri.

Pembeli yang biasa membeli es teh di warung Warsinem kebanyakan pekerja proyek, dan orang yang berangkat bekerja.

"Pekerja proyek banyak, orang-orang kantoran jarang, orang lewat-lewat gitu kadang-kadang buat (bekal minum) waktu kerja," ujar Sri.

Sri menceritakan, pembeli kadang tidak sabar menunggu teh yang dibuat oleh Warsinem dingin.

Resep Rahasia Es Teh Viral Warsinem

Sri mengaku banyak orang yang menunggu bahkan sejak 

"Orang-orang itu pada nunggu sejak warung ini buka, ya dari pukul 07.30 WIB," imbuhnya membeberkan.

Sri menuturkan para pembeli menyukai teh yang dibuat Warsinem mungkin karena kental.

"Apa ya mungkin tehnya enggak pernah dijok, langsung sekali kita buat enggak pernah tambah air," tutur Sri.

"Pokoknya matang dan sudah habis ndak pernah ditambah air lagi, ya, jadi masih kental," tambahnya.

Sri menuturkan, Warsinem sampai saat ini masih memanfaatkan air sumur untuk membuat teh yang dijualnya.

"Kami pernah coba pakai air isi ulang rasanya jadi ndak enak, kurang mantap," ucap Sri.
Related Posts

Related Posts

Post a Comment