6J2ltANIvHg90BMqkYINyuFLQgimMLFexOSJZtDW

Kandungan Gizi dan 11 Manfaat Bawang Bombai untuk Kesehatan, Bisa Mencegah Infeksi hingga Antikanker


Ada banyak sekali jenis bumbu dapur yang bisa anda ketahui setiap manfaatnya, dikarenakan memang antara satu dengan yang lain ini memiliki khasiat berbeda.

Termasuk bawang putih, dimana meski terkesan familiar dan biasa, akan tetapi tak disangka memiliki manfaat sebanyak ini.

Bawang-bawangan merupakan jenis bumbu yang banyak digunakan dalam hampir setiap masakan.

Selain bawang merah dan bawang putih, bawang bombai juga menjadi salah satu jenis bawang yang tak kalah sedap.

Bawang dengan nama ilmiah Allium cepa ini cenderung lebih populer untuk masakan internasional.

Sedangkan masakan Nusantara lebih sering menggunakan bawang merah ketimbang bawang bombai.

Bawang bombai biasanya hanya dipakai untuk masakan Eropa, India, Arab, atau Cina yang sudah diadaptasi dengan selera lidah orang Indonesia.

Secara umum, bawang bombai yang kerap digunakan terdiri dari dua jenis, yakni bawang bombai merah dan bawang bombai kuning.

Bawang bombai merah memiliki umbi dan kulitnya berwarna merah.

Sedangkan, umbi bawang bombai kuning berwarna kuning pucat dan kulitnya berwarna cokelat.

Di Indonesia, bawang bombai kuning bisa dengan mudah ditemukan di pasaran.

Sementara, bawang bombai merah sangat jarang tersedia.

Kandungan gizi bawang bombai

Selain memiliki aroma yang khas dan dapat membuat masakan terasa lebih sedap, bawang bombai ternyata memiliki banyak nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.

Melansir USDA Nutrient, berikut ini adalah kandungan gizi bawang bombai dalam 100 gram bahan:

- Air 89,11 g

- Energi 40 kcal

- Protein 1,1 g

- Lemak 0,10 g

- Abu 0,35 g

- Karbohidrat 7.34 g

- Serat 1,7 g

- Gula total 4,24 g

- Kalsium 23 mg

- Zat besi 0,21 mg

- Magnesium 10 mg

- Fosfor 29 mg

- Kalium 146 mg

- Natrium 4 mg

- Seng 0,17 mg

- Tembaga 0,039 mg

- Mangan 1,129 mg

- Fluor 1,1 mg

- Selenium 0,15 mg

- Vitamin C 7,4 mg

- Vitamin B1 0,046 mg

- Vitamin B2 0,116 mg

- Vitamin B3 0,123 mg

- Vitamin B5 0,126 mg

- Vitamin B6 0,120 mg

- Folat 19 mcg

- Kolin 6,1 mcg

- Vitamin E 0,02 mcg

- Vitamin K 0,4 mcg

Manfaat bawang bombai untuk kesehatan

Oleh karena kandungan gizinya, bawang bombai memiliki banyak manfaat kesehatan.

1. Menjaga daya tahan tubuh

Melansir Buku Cerdas Memilih Sayur: Plus Minus 54 Jenis Sayur (2010) oleh Lanny Lingga, Ph.D, bawang bombai memiliki beberapa mineral mikro yang unggul, seperti selenium dan fluor.

Selenium diperlukan tubuh dalam jumlah kecil, tapi nutrisi ini memiliki peran yang cukup penting.

Uji biokimia membuktikan bahwa selenium adalah antibiotik dan antioksidan yang baik.

Dengan fungsinya ini, keberadaan selenium sangat berarti untuk menjaga daya tahan tubuh atau imunitas.

2. Sumber makanan rendah gula dan hampir bebas lemak

Bawang bombai terbukti hanya memiliki kalori sebanyak 40 kcal/100 gram bahan.

Penyumbang kalori pada umbi Liliaceae ini adlaah karbohidrat.

Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa bawang bombai hampir bebas lemak sehingga kalori dari lemak tidak berarti jumlahnya.

Karbohidrat yang dikandung bawang bombai terdiri atas monosakarida, polisakarida, dan serat.

Sementara, gula total yang dikandung dalam umbi ini hanya sebesar 4,24 g/100 gram bahan.

Dengan begitu, bawang bombai juga termasuk makanan rendah gula.

3. Memperkuat struktur gigi

Sama halnya dengan selenium, fluor merupakan mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah kecil.

Di dalam tubuh, fluor berguna untuk menjaga keseimbangan reaksi enzimatis.

Fluor juga berguna untuk menjaga kerapatan sel penyusun gigi.

Dalam hal ini, fluor akan memperkuat struktur gigi.

4. Mencukupi kebutuhan vitamin C harian

Bawang bombai memiliki vitamin C yang masuk dalam karegori lumayan tinggi.

Dalam 100 gram bawang bombai, terkandung vitamin C yang merupakan 12 persen dari kebutuhan vitamin C harian orang dewasa.

Jadi, konsumsi bawang bombai dapat sangat membantu seseorang dalam upaya mencukupi kebutuhan vitamin C yang sering kali tidak terpenuhi karena beragam alasan.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan tubuh tidak mampu menyerap vitamin C secara optimal, yakni:

- Tubuh sedang sakit sehingga usus halus tidak mampu menyerap vitamin C dengan baik

- Sedang diare

- Sedang mengonsumsi obat yang memiliki efek sebagai pencahar (laksatif) atau diuretik

5. Menurunkan kadar kolesterol dan gula darah

Selain vitamin C, bawang bombai juga mengandung cukup banyak vitamin B3 dan vitamin B9 (asam folat).

Di dalam tubuh, vitamin B3 memiliki beberapa fungsi.

Vitamin yang larut dalam air ini di antaranya, diperlukan untuk menjaga stabilitas kadar gula dalam darah, menurunkan kolesterol, menyerap lemak, dan menjaga keseimbangan genetis pada sel.

Bagi penderita kolesterol tinggi atau diabetes, cobalah untuk mengonsumsi bawang bombai secara rutin agar kadar kolesterol dan kadar gula darah merosot turun.

Tak hanya itu, bawang bombai juga baik untuk kesehatan kardiovaskuler.

Secara khusus, bawang bombai dapat melindungi kerusakan pembuluh darah yang menyebabkan serangan jantung karena mengandung folat.

6. Mencegah infeksi

Kemampuan lain yang dimiliki bawang bombai adalah sebagai insektisida, parasitisida, antibakteri, dan anticendawan.

Dengan kemampuan ini, bawang bombai dapat mencegah kemungkinan infeksi patogen yang menyerang tubuh saat kondisi lemah.

Sebagai gambaran, jika teriris pisau, kita dapat mengoleskan irisan bawang bombai di bagian tubuh yang terluka untuk mencegah infeksi yang berkelanjutan.

Jerawat pun dilaporkan dapat ditumpas dengan menggunakan bawang bombai.

Caranya, olesi jerawat dengan air parutan bawang bombai.

Terapi ini diyakini dapat membuat jerawat lekas kering.

7. Meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL)

Dalam penelitan yang dilakukan Dr. Gurewich di Harvard Medical School, terungkap bahwa dengan mengonsumsi bawang bombai secara rutin, kadar HDL akan meningkat, meskipun jumlah kolesterol total tidak mengalami penurunan secara nyata.

Tapi, kolesterol jahat (LDL) secara otomatis mengalami penurunan.

8. Antikanker

Ahli dari South Carolina Cancer Center, US, Michael Wargovich, menyatakan bahwa bawang bombai adalah antikanker yang potensial.

Jenis kanker yang dapat dilumpuhkan di antaranya, yakni kanker payudara, kanker kolon, dan kanker esofagus.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di University of Hawaii, diungkap bahwa orang-orang yang rutin mengonsumsi bawang bombai dalam makanan sehari-hari, memiliki risiko terkena kanker paru-paru lebih rendah hingga 50 persen dari yang tidak makan bawang tersebut sama sekali.

Kemampuan antikanker pada bawang bombai dipengaruhi oleh senyawa organo sulfur.

Senyawa ini merupakan asam amino dengan rantai belerang yang menimbulkan aroma menyengat pada bawang bombai.

Selain itu, kemampuan antikanker pada bawang bombai didukung oleh adanya fitokimia yang berperan juga sebagai antioksidan.

Khusus bawang bombai merah, antikoksidan juga berasal dari senyawa antosianin.

9. Pengencer darah yang baik

Uji invitro yang dilakukan di University of Wisconsin-Medison, ditemukan bahwa senyawa organo sulfur dalam bawang bombai memiliki kemampuan sebagai pengencer darah yang sangat hebat dan aman.

10. Mencegah osteoporosis

Bawang bombai dilaporkan mengandung kalsium yang cukup diperhitungkan.

Kalsium sangat dibutuhkan, salah satunya untuk mencegah osteoporosis.

Dalam penelitian yang dilakukan di Bern, Swiss, terungkap bahwa bawang bombai memiliki efek yang cukup potensial untuk mencegah osteoporosis.

Efek tersebut bahkan lebih baik jika dibandingan dengan obat kimia Calcitocin yang banyak direkomendasikan dokter sebagai obat untuk penderita osteoporosis.

Kandungan diallysilfida dalam bawang bombai sanggup mengaktifkan osteoblast untuk menyaingi osteoclast yang mengurai tulang hingga kerapatannya berkurang.

Padahal, untuk menjaga keseimbangan tulang, bukan hanya diperlukan kalsium dan fostor, tapi harus tersedia osteoblast yang menjaga kerapatan sel penyusun tulang.

Dengan begitu, kualitas tulang akan menjadi lebih baik.

11. Meningkatkan kesehatan pencernaan

Melansir Health Line, bawang bombai merupakan sumber makanan yang kaya akan serat dan prebiotik, yang diperlukan untuk kesehatan usus yang optimal.

Prebiotik adalah jenis serat yang tidak dapat dicerna yang dipecah oleh bakteri usus yang menguntungkan.

Bakteri usus memakan prebiotik dan membuat asam lemak rantai pendek - termasuk asetat, propionat, dan butirat.

Penelitian telah menunjukkan bahwa asam lemak rantai pendek ini memperkuat kesehatan usus, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi peradangan dan meningkatkan pencernaan.

Selain itu, mengkonsumsi makanan yang kaya akan prebiotik membantu meningkatkan probiotik, seperti Lactobacillus dan strain bifidobacteria, yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan.

Diet yang kaya akan prebiotik juga dapat membantu meningkatkan penyerapan mineral penting seperti kalsium, yang dapat meningkatkan kesehatan tulang.

Bawang bombai khususnya kaya akan inulin prebiotik dan fructooligosaccharides.

Senyawa ini dapat membantu meningkatkan jumlah bakteri baik dalam usus dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.
Related Posts

Related Posts

Post a Comment