6J2ltANIvHg90BMqkYINyuFLQgimMLFexOSJZtDW

Fakta Kasus Tetangga Bangun Tembok Blok Akses Jalan, Gara-gara Tahi Ayam Berujung di Meja Hijau


Namanya juga tetanggaan di pedesaan memang harus akur satu sama lain, dan sudah wajar sih memang saling mengganggu dan merepotkan antara satu dengan yang lain karena ini merupakan bentuk gotong royong.

Akan tetapi kalau kejadiannya sudah keterlaluan, dan tidak dapat mengendalikan apa yang dimiliki, hal semacam ini bisa saja terjadi.

Viral di sosial media terkait keluarga di Ponorogo yang harus memanjat dinding untuk masuk ke rumahnya.

Kasus ini bermula dari tetangga yang menembok rumah rumah korban hanya gara-gara sering menginjak kotoran ayam.

M mendirikan tembok setinggi satu meter di depan rumah tetangganya sendiri bernama Wisnu Widodo.

Mediasi perangkat desa pun gagal. Akhirnya, perselisihan kedua warga Desa Gandukepuh, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, itu terpaksa dibawa ke meja hijau.

Namun, menurut Kepala Desa Gandukepuh Suroso, perdamaian di antara dua warganya tersebut masih jauh dari harapan.

M bersikeras tembok dibangun di atas lahan miliknya, meskipun pengadilan telah memenangkan Wisnu karena dirugikan atas pembangunan pagar tembok tersebut. 

"Ketika surat pengadilan saya kasih, dengar-dengar mau banding si M," kata Kepala Desa Gandukepuh Suroso.

Ditembok sejak 2017

Suroso menambahkan, pada tahun 2016, Wisnu memelihara ayam di rumahnya.
Lalu setiap kali melewati depan rumah Wisnu, M mengaku risih karena menginjak kotoran ayam.

“M sama suaminya lewat kadang kadang mlecoki telek (menginjak tahi ayam) yang memicu masalah. Akhirnya ya dipagar itu,” kata Suroso.

Akibatnya, Wisnu pun terpaksa melompati tembok tersebut jika ingin keluar masuk rumah.

"Ya sulit kalau begitu mau masuk rumah,” kata Wisnu saat dihubungi.

Jalur alternatif, tetapi... 

Sementara itu, Wisnu mengaku ada jalur alternatif di samping rumahnya. Sayangnya, jalur alternatif yang merupakan gang di samping rumahnya itu hanya selebar badan orang dewasa.

Wisnu pun terpaksa menaruh kursi untuk membantunya melewati tembok tersebut.

Sementara pemerintah desa mengatakan, pagar tembok itu dibangun di atas lahan milik desa. Lahan itu tak bisa diklaim sebagai hak milik.
Related Posts

Related Posts

Post a Comment