6J2ltANIvHg90BMqkYINyuFLQgimMLFexOSJZtDW

Cuman Karena Ikan Asin, Suami Jambak dan Benturkan Kepala Istrinya ke Lemari, Ini Kronologinya!


Ketika sudah berumah tangga memang keterbukaan dan kesabaran harus ditingkatkan, karena bukan perkara mudah untuk menggabungkan antara dua orang yang asing sebelumnya, meski pada dasarnya sudah berpacaran selama bertahun-tahun sekalipun.

Jika tidak ada kesabaran dan ketabahaan antara keduanya atau cuman salah satu pihak saja yang tidak dapat menahan, mungkin kejadiannya akan jadi seperti ini.

Hanya gegara hal sepele seorang wanita bernama Fitriah Kosasih (36) dianiaya oleh suaminya sendiri, Ryan jaya (23).

Fitriah Kosasih harus menjadi sasaran kemarahan sang suami. Tidak hanya dicecar dengan perkataan kasar, wanita ini juga mendapat kekerasan fisik.

Fitriah dianiaya oleh sang suami hanya gara-gara persoalan ikan asin.

Melansir dari laman Insretlive.com, Peristiwa nahas itu terjadi di tempat tinggal mereka di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat pada (18/7/2020) lalu.

"Suaminya tempramen, suka marah-marah tidak jelas. Saat kejadian suami minta dibuatkan ikan asin, saat sedang digorengkan, suami tidak sabar akhirnya istri dipukul," kata Kapolsek Cengkareng Kompol H. Khoiri.

Ia menambahkan mereka sempat adu mulut hingga akhirnya Ryan naik pitam hingga menjambak dan membanting tubuh sang istri.

"Korban dianiaya oleh terlapor dengan cara dibanting, dibenturkan ke lemari," lanjut Khoiri.


Atas peristiwa nahas tersebut, Fitriah tak tinggal diam. Ia akhirnya melaporkan sang suami atas tindakan penganiayaan.

Pihak kepolisian kemudian menetapkan pria itu sebagai tersangka dan dijerat Pasal 351 KUHP soal penganiayaan.

"Sudah diamankan, dan sudah kami tetapkan sebagai tersangka," pungkas pria itu.

Dipukul Pakai Gagang Cangkul hingga Tewas, Ini Pengakuan Suami Aniaya Istri dari Pagi Sampai Malam

Seorang pria di Karo, Sumatera Utara tega menghabisi nyawa istrinya.

Pria bernama Faoza Tulo Hia alias Rizal (25) menganiaya istri hingga akhirnya korban meninggal dunia.

Warga Dusun Jumanjulu, Desa Merdeka, Kecamatan Merdeka itu pun kini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Diketahui bahwa pelaku tega melakukan aksinya karena terbakar api cemburu.

Pelaku menyebut jika istrinya itu kerap keluar malam.

Saat itu, pelaku pun mengintrogasi korban hingga dianiaya.

Kanit IV Satreskrim Polres Tanah Karo Ipda Codet Tarigan, mengatakan, pelaku yang merasa curiga itu tak dapat membendung emosinya.

"Pelaku ini cemburu, jadi sebelum dipukul dia (pelaku) sempat menanyai korban kenapa dia (korban) sering keluar malam."

"Setelah sempat cekcok, pelaku ini langsung mengikat korban," ujar Codet, Selasa (7/7/2020).

Aksi penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap korban terbilang cukup sadis.

Betapa tidak, pelaku menganiaya korban dari pagi sampai malam.

Pelaku melakukan aksinya itu sejak Senin (6/7/2020) sekira pukul 10.00 WIB, hingga sekira pukul 21.00 WIB.

Bahkan, korban yang saat itu meminta minum pun tidak diberikan.

Saat beraksi, pelaku sempat menghajar korban menggunakan gagang cangkul.

"Iya pelaku sempat memukul korban pakai gagang cangkul, dari pagi sampai malam itulah korban ditanyai pelaku sambil diikat. Katanya istrinya haus, mau minta minumpun enggak dikasihnya," ungkapnya.

 Lebih lanjut ia mengatakan bahwa saat itu korban sempat pingsan. Kemudian pelaku membawa korban ke kamar.

"Di situ pun posisi korban sudah lemas sampai pingsan. Mungkin karena sudah lemas dan mendapatkan pukulan itu, istrinya semakin drop terus meninggal," katanya.
Related Posts

Related Posts

Post a Comment