6J2ltANIvHg90BMqkYINyuFLQgimMLFexOSJZtDW

Demi Putrinya, Selama 7 Tahun Petugas Kebersihan Ini Hanya Makan Mie & Roti Kukus


Memang sudah menjadi kewajiban bagi orang tua untuk mengurus anaknya dengan baik, karena memang itu adalah titipan dari sang pencipta. Berbagai macam cara telah dilakukan demi kelangsungan hidup buah hatinya.

Tidak perduli seberapa keras cobaan, akan diusahakan dilalui orang tua demi kebaikan sang anak. Kurang lebih sama seperti kisah dalam cerita berikut.

Sahabat, belakangan memang makin marak kisah-kisah negatif yang menunjukkan bobroknya akhlak manusia. Anak-anak yang mendapat kekerasan di rumahnya sendiri, hingga orangtua yang tega memperdagangkan putrinya. Pun demikian, masih akan selalu ada kisah-kisah kebaikan yang menyentuh hati, seperti pengorbanan seorang ayah berikut ini.

Adalah Hou Yanwei, ia hanya seorang petugas kebersihan dengan pendapatan tak seberapa. Setelah menceraikan istrinya beberapa tahun lalu, ia kini mengurus putri semata wayangnya seorang diri.

Meski hidup sangat sederhana, Hou sangat perhatian pada putrinya, ia bahkan menemukan minat dan bakat sang putri di bidang olahraga senam sejak usia 4 tahun. Hou pun berpikir keras, ia tahu putrinya bisa saja memiliki kesempatan besar untuk berlaga di tim nasional jika diarahkan dengan tepat.

Referensi pihak ketiga

Hou pun memaksakan diri untuk memasukkan Xinxin, putrinya, ke Wuhan Institute of Physical Education. Tentu tidak dengan biaya sedikit, sebaliknya biaya pendidikan Xinxin mencapai 14.000 Yuan (sekitar 30an juta rupiah), belum ditambah kebutuhan hariannya. Sementara ia hanya berpenghasilan 2000 Yuan per bulan.

Kondisi ini membuat Hou bekerja lebih giat dan harus memangkas biaya hidupnya sendiri semata agar bisa bertahan hidup demi menjaga mimpi-mimpi putrinya. Diberitakan Hou hanya makan mie instan dan roti kukus selama 7 tahun terakhir demi membayar biaya pendidikan putrinya.

"Sejak anak saya mulai melakukan senam, saya telah memilih untuk makan mie dan roti kukus karena harganya tidak mahal," ujarnya.
Kadang Hou tentu merasa begitu berat dan lelah, tapi ia terus bertahan demi putrinya. Ia berharap Xinxin bisa mewujudkan mimpi-mimpinya dan tahu betapa sang ayah sangat mendukung impiannya itu.

Referensi pihak ketiga

Sahabat, begitulah cinta seorang ayah, kerap tak terucap tapi hangatnya begitu terasa. Dialah ayah, yang rela bekerja begitu keras, dan mengurangi kebutuhannya sendiri demi memenuhi kebutuhan anak-anaknya.

Dari Hou kita juga belajar, bahwa mewujudkan impian tidaklah semudah membalik telapak tangan. Ada perjuangan tanpa kenal lelah, ada pengorbanan dengan banyak tetesan peluh, dan ada keinginan pribadi yang harus dikalahkan.

Semoga setiap kita tak melupakan jasa-jasa orang tua. Jika ayah bisa begitu berkorban demi anaknya, mari tanyakan diri kita masing-masing apa yag sudah kita lakukan bagi ayah? Sudahkah anda menjenguknya hari ini?

Referensi pihak ketiga

Sumber Referensi:
Style.Tribunnews.com
Related Posts

Related Posts

Post a Comment