6J2ltANIvHg90BMqkYINyuFLQgimMLFexOSJZtDW

Pura-pura Jadi Pemulung, “Timbun” Sumbangan Sembako


Untuk sekarang ini memang tengah menjadi masa sulit entah dari segi kesehatan ataupun perekonomian. Pemerintah sudah berusaha keras untuk membantu orang-orang yang membutuhkan tangan bantuan.

Akan tetapi sayang, kesadaran masyarakat masih sangat minim sehingga malah memanfaatkan momen seperti itu sebagai ajang untuk mendapatkan keuntungan sendiri.

Ada-ada saja ulah tak bertanggungjawab ditengah pendemi ini. Tiga orang kedapatan berpura-pura sebagai pemulung untuk mendapatka sumbangan sembako dari para donatur. Mereka adalah Bambang, 70 asal Negara, Mar, 65 asal Jember dan Istiningsih, 60 asal Madura.

Kuat dugaan mereka telah mengetahui jadwal pembagian sembako dari para donatur. Setelah diberikan bagian sembako, mereka menyembunyikannya seolah-olah tidak mendapat sembako agar bisa mendapatkannya dari donatur lainnya. Mereka pun nampak terorganisir dalam menjalankan aksinya. Pada jam-jam tertentu para oknum ini pun terlihat ada yang menjemput untuk diajak kembali.

Dikofirmasi Selasa sore (19/5), Kepala Satpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga, membenarkan telah mengamankan tiga oknum yang berpura-pura sebagai pemulung. Tiga oknum ini diciduk Satpol PP Denpasar Selasa (19/5) siang di kawasan Renon Denpasar.

“Ya memang benar kami temukan ada beberapa orang disana yang membawa karung (kampil). Setelah menerima pengaduan dari masyarakat, kami pun telusuri. Dan benar ada hal tersebut, lalu kami amankan ke kantor,” ujanya via telepon.

Sayoga menambahkan, tim Satpol PP Denpasar hanya berhasil mengamankan tiga oknum di kawasan Renon. Sementara sisanya berhasil kabur. “Cuma tiga yang kami amankan. Sisanya sudah lari. Penangkapan ini bukan kami bermaksud diskriminasi. Tapi lebih kepada melakukan pembinaan agar tidak memanfaatkan situasi saat pandemi ini. Mari berbagi ke sesama. Kami paham situasi sekarang semua serba susah. Tapi kalau begini ini penimbunan namanya. Masih banyak yang membutuhkan, jadi ya ambil secukupnya dan sewajanya saja,” tambahnya.

Ditanya mengenai cukong atau ada seseorang yang mengendalikan mereka, Sayoga pun mengaku masih menyelidikinya. “Saat kami tanya mereka mengakui mengumpulkannya untuk dipakai kebutuhan sehari-hari. Sebenarnya mereka bukan pemulung. Kami imbau dalam keadaan seperti ini untuk saling berbagi. Ini yang kami sedang korek keterangannya apa ada cukongnya/pengendalinya atau niat sendiri-sendiri,” tegasnya.

Untuk sementara, ketiga oknum tersebut asih diamankan di Kator Satpol PP Kota Denpasar untuk deberikan pembinaan. “Sementara kami masih berikan pembinaan agar apa yang dilakukan sewajarnya ditengah pandemi dan disaat bulan ramadhan,” tutupnya.

(bx/dhi/yes/JPR)
Related Posts

Related Posts

Post a Comment