6J2ltANIvHg90BMqkYINyuFLQgimMLFexOSJZtDW

Pasutri Ini Pura-pura Kemalingan, Padahal Kuras Rp 80 Juta Kas RT untuk Belanja


Bukan perkara yang mudah untuk membawa uang bersama, karena memang itu bukan hak milik dan harus dijaga dengan baik agar tidak ada kejadian buruk yang menimpa terhadap uang tersebut.

Namun beberapa orang yang sudah kerasukan pikiran jahat, tentu akan merasa senang saja dan saat mengetahui adanya uang banyak rasanya ingin beli ini itu meski tahu bukan uangnya sendiri. Mungkin inilah yang dialami oleh pasutri ini.

Pasangan suami istri yang berinisial S dan AE melaporkan adanya tindak pencurian dengan pemberatan di telukan, Grogol Sukoharjo beberapa waktu lalu kepada pihak kepolisian.

Setelah dilakukan penelusuran oleh Polsek Grogol dan Sat reskrim Polres Sukoharjo di kediaman mereka, terbukti bahwa laporan yang sebelumnya diajukan adalah palsu.

Kerugian akibat laporan pencurian palsu tersebut juga dianggap cukup mencolok yaitu sebesar Rp 80 juta, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Tribrata News Polda Jawa Tengah.

Saat melakukan olah TKP dan meminta keterangan berbagai saksi, pihak kepolisian cukup curiga terkait kasus yang disampaikan.

Terutama saat tidak ditemukannya kerusakan pada rumah S dan AE sebagai tanda pencurian biasanya.

Ditambah, masih terdapat uang sejumlah Rp 10 juta yang berada di dalam jok motor milik mereka.

Hal itu disampaikan pula oleh Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas saat Konferensi Pers di Loby Mapolres Sukoharjo pada Rabu, 29 April 2020.

"Dari Hasil penyidikan awal petugas sebenarnya sudah curiga, karena tidak ada kerusakan pada pintu maupun jendela padahal saat kejadian kondisi rumah di kabarkan kosong," ujarnya.

Polisi pun melakukan pengecekan pada akun bank yang telah menjadi tempat penyimpanan uang sebesar Rp 80 juta selama ini.

Dari hasil pengecekan tersebut, kepolisian akhirnya mendapatkan data secara pasti untuk menyatakan bahwa laporan yang disampaikan S dan AE termasuk palsu.

Berdasarkan data dari bank yang dicek, tak ditemukan pula riwayat pencairan uang senilai Rp 80 juta.

Semakin kuatnya bukti yang dimiliki oleh kepolisian membuat pasangan suami istri tersebut akhirnya mengakui bahwa laporan yang telah dibuat terkait pencurian uang memang palsu.

"Setelah kita dalami akhirnya pelapor yang merupakan suami istri tersebut mengaku bahwa memang tidak terjadi tindak pedana pencurian dengan pemberatan," tambah Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas.

Untuk meyakinkan petugas kepolisian, AE sempat meminta suaminya untuk mengobrak-abrik lemari pakaian di rumah mereka.

Keduanya mengatakan, ide pencurian tersebut diinisiasi oleh AE dengan memanfaatkan situasi saat ini yang memang sedang marak terjadi tindak pencurian sebagai dampak buruk virus corona.

Sementara uang Rp 80 juta yang sebagian besar telah raib, merupakan tabungan bersama Rukun Tetangga (RT) di wilayah mereka selama satu tahun sejak lebaran sebelumnya hingga sekarang.

Namun uang tersebut telah habis untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan perlengkapan rumah oleh S dan AE.

Padahal dalam kesepakatan bersama, uang sebesar Rp 80 juta akan kembali diambil oleh para warga pada lebaran kali ini.

"Pelaku dijerat denga pasal 220 KUH dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan maksimal," jelas Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas.

Kabar tersebut pun tengah hangat diperbincangkan oleh masyarakat luas dan menjadi viral di media sosial. ***
Related Posts

Related Posts

Post a Comment