6J2ltANIvHg90BMqkYINyuFLQgimMLFexOSJZtDW

Heboh Daftar Penerima BLT Kemensos Ternyata Istri, Keluarga Kades & Warga yang Meninggal di Rohul


Namanya juga bantuan dari pemerintah, dimana ini harus sesuai dengan data dan juga kondisi nyata di lapangan. Kalau memang ada yang kurang pas, harap dibenahi dengan segera, agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

Ada berbagai macam keganjalan saat data tidak sinkron antara yang ada pada database pemerintah dengan pada kondisi di lapangan. Seperti kepala desa berikut misalnya.

Munculnya nama isteri Kepala Desa Lubuk Betung dan nama perangkat desa lainnya saat pembagian dana Bantuan Langsung Tunai atau BLT dari Kemensos di Kantor Pos Desa Lubuk Betung, Minggu (17/5) menuai protes dari warga lainnya.

Sejumlah warga desa di Kecamatan Rokan IV Koto itu segera mendatangi kediaman Camat Rokan IV Koto Alfarid Toha untuk mengadukan nasib mereka karena tidak terdaftar sebagai penerima bantuan dari Kemensos tersebut.

Camat Rokan IV Koto Alfarid Toha ketika dikonfirmasi mengatakan, warga Desa Lubuk Betung mendatangi kediamannya untuk menyampaikan protes.

"Memang ada warga yang datang. Tapi tidak ribut-ribut, mereka datang baik-baik untuk bertanya kepada saya, kok bisa Istri dan perangkat desa Lubuk Betung masuk sebagai penerima bantuan Kemensos tersebut," kata Alfarid.

Dia menerangkan, pihaknya belum bisa mengonfirmasi Kades Lubuk Betung untuk memeriksa protes warga tersebut.

Camat Alfarid Toha sendiri menjelaskan, bahwa pihaknya sudah mengingatkan seluruh kades di wilayahnya saat proses pendataan berlangsung.

"Padahal saya sudah ingatkan berkali-kali, agar kades mendata dengan turun langsung ke setiap rumah dan pulang dengan membawa tandatangan warga yang dikunjungi. Tapi mau bagaimana lagi, beginilah jadinya," jelasnya.

Camat meyakinkan, pihaknya akan turun langsung ke Desa Lubuk Betung untuk mengecek kebenaran protes warga tersebut.

"Saya akan cek langsung ke Lubuk Betung terkait protes warga tersebut," sampainya.

Kades Janji Berikan Kartu Kepada yang Berhak

Terpisah, Kades Lubuk Betung Mohd Yamin saat dikonfirmasi juga membenarkan jika ada warganya yang mempertanyakan keabsahan data penerima bantuan BLT Kemensos tersebut.

Terkait adanya nama Istrinya tersebut, Mohd Yamin mengatakan, pihaknya bersedia menyerahkan kartu penerima bantuan atas nama Istrinya itu kepada warga yang lebih berhak dan membutuhkan.

"Saya juga tak tahu kenapa nama Istri saya muncul disitu. Oleh karenanya, saya sepakat untuk menyerahkan kartu atas nama Istri saya itu kepada warga yang lebih membutuhkan," kata Yamin.

Yang Sudah Meninggal Juga Terdata

Sementara, Zuhri, seorang Warga Desa Lubuk Betung yang ikut protes bersama warga desa lain ke Camat Rokan IV Koto Alfarid Toha ikut mempertanyakan keabsahan data penerima BLT Kemensos RI di desa mereka.

Saat itu, menurut Zuhri yang datang dengan sejumlah warga juga membawa seorang warga yang dikategorikan tak mampu namun tak masuk dalam data penerima bantuan itu.

"Bayangkan, warga desa yang sudah meninggal beberapa tahun lalu pun masuk sebagai penerima bantuan. Sebenarnya, data apa yang dipakai oleh Kades Lubuk Betung ini pun kita tak mengerti," kata Zuhri saat diwawancara pada Minggu (17/5).

Temuan lain yang tak kalah menarik adalah, Istri Kades Lubuk Betung Mohd Yamin juga masuk sebagai penerima bantuan bersama dengan perangkat desa (Kaur Desa) lainnya yang tak lain adalah kolega dan masih keluarga Kades Lubuk Betung tersebut.

"Ketika daftar penerima bantuan diumumkan dan kami protes ke Kades, dia (kades) mengatakan, kalau kartunya terbit akan dia serahkan kepada warga yang membutuhkan," ungkap Zuhri.

"Namun apa faktanya, sampai saat ini warga yang seharusnya menerima bantuan itu justru tak pernah menerima kartu itu sampai hari ini," tambahnya.

Zuhri menegaskan, dia bersama sejumlah warga lainnya sepakat untuk melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib agar diproses secara hukum demi masyarakat.

"Kami tak mau masalah ini berlarut-larut. Jadi, biarlah aparat hukum saja yang menyelesaikan sesuai aturan yang berlaku," pintanya.   (Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan)
Related Posts

Related Posts

Post a Comment